Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan dibutuhkan ketika kita memiliki masalah yang harus diselesaikan
dengan memuaskan. Situasi masalah tersebut yang menjadi masukan pertama dalam
sistem pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan dengan pengetahuan, pengalaman,
dan data yang diperoleh atau dikumpulkan berkaitan dengan masalah.
Berikut beberapa
pendapat sebagai dasar konseptual dalam memahami apa sebenarnya pengambilan
keputusan dalam aktivitas manajemen pada sebuah organisasi
Pengambilan keputusan
merupakan salah satu peranan manajer yang disebut peranan desisiona.
Suatu putusan ialah
proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan alternatif yang
mungkin.
Demikian pula
Drummond (1985) berpendapat bahwa Pengambilan keputusan merupakan usaha
penciptaan kejadian-kejadian dan pembentukan masa depan (peristiwa-peristiwa
pada saat pemilihan dan sesudahnya).
Bertolak dari definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa pengambialn keputusan ialah proses pemecahan masalah dengan
menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan suatu tindakan
dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Pengambilan keputusan
dalam fungsi-fungsi manajemen itu meliputi:
1. Perencanaan-Apa tujuan akhir organisasi? Strategi apa yang
digunakan dalam mencapai tujuan?
2. Pengorganisasian-Bagaimana pekerjaan-pekerjaanitu dirancang?
Struktur organisasi bagaimana yang diperlukan? Siapa-siapa yang akan mengisi
pekerjaan?
3. Penggerakan-Bagaimana menggerakkan pegawai agar mereka
berkinerja tinggi? Bagaimana kepeminpinan efektif dalam organisasi?
4. Pengawasan-Aktivitas
apa saja dalam organisasi yang harus diawasi? Dalam hal apa saja penyimpangan
terjadi? Bagaimana menggerakkan organisasi secara efektif?
Setiap proses pengambilan keputusan
merupakan suatu sistem tindakan karena ada beberapa komponen didalamnya.
Menurut Pradjudi (1997:45), kerangka kerja yang ada dalam sistem pengambilan
keputusan adalah sebagai berikut:
1.
Posisi orang yang berwenang dalam
mengambil keputusan
2.
Problema (penyimpangan dari apa yang
dikehendaki dan direncanakan atau dituju)
3.
Situasi si pengambil keputusan itu
berada
4.
Kondisi si pengambil keputusan
(kekuatan dan kemampuan menghadapi problem)
5.
Tujuan (apa yang diinginkan atau
dicapai dengan pengambilan keputusan).
Pendapat lain menegaskan bahwa
langkah-langkah pengambilan keputusan ada enam, yaitu :
1. Mengidentifikasi suatu masalah
2. Memperjelas dan menyusun prioritas sasaran-sasaran
3. Menciptakan pilihan-pilihan
4. Menilai pilihan-pilihan
5. Memperbandingkan akibat-akibat yang diramalkan pada
masing-masing pilihan dengan sasaran-sasaran
6. Memilih pilihan dengan
konsekuensi-konsekuensi dengan sasaran-sasara
Keputusan adalah hasil yang dicapai
dari proses pengambilan keputusan. Menentukan pilihan (memutuskan) atau arah
tindakan tertentu bagi organisasi adalah keputusan. Secara umum keputusan
dibagi menjadi dua jenis sebagai berikut:
1. Keputusan strategis, setiap organisasi melahirkan berbagai
kebijakan atau keputusan organisasional. Kebijakan dan arah organisasi
merupakan keputusan strategis.
2. Keputusan
operasional, adapun keputusan operasional menyangkut pengelolaan organisasi
sehari-hari. Keputusan operasional sangat menentukan efektivitas keputusan strategis yang diambil oleh para manajer puncak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar