Jumat, 05 Juli 2013

pandangan hidup seseorang tukang parkir


Manusia dan pandangan hidup

    Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit dikatakan, sebab terkadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealism belaka yang mengikuti kebiasaan hidup dimasyarakat. Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat atau negarasegala perbuatan, sikap dan aturan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup

   Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Try Bembi Ag, Kali ini saya sebagai penulis akan mewawancarai seseorang tukang parkir disebuah tempat khususnya di ibu kota Jakarta yang bernama bang jajah “bukan nama sebenarnya”, dan saya akan membahas tentang pandangan hidup hasil renungan yang merupakan relatif keberadaannya.

   Menurut bang jajah juru parkir telah mengajarkan arti dari nilai kehidupan yang seesungguhnya kepada kita untuk senantiasa berprilaku rendah hati kepada setiap pelanggan yang akan markir di tempat atau lahan yang dipercayai kepada bang jajah. Pekerjaan sebagai tukang parkir sangat ditekuni oleh bang jajah, karena haya sebagai tukang parkir lah bang jajah dapat membiayai kehidupan bang jajah berserta keluarganya. Bang jajah hanya bisa menerima apa yang telah dikasih tuhan kepadanya, karena dulu bang jajah termaksud orang yang kurang beruntung nasibnya, bang jajah pun hanya mampu sekolah sampai batas SD ( sekolah dasar ) “ ujar bang jajah “.

Percakapan singkat yang saya lakukan dengan bang jajah

Saya : bang, abang kalo kerja dari jam berapa bang ???

Bang jajah : yah, abang kerja sebagai tukang parkir dari jam 8.00  sampai jam 20.00

Saya : “ waduh “ apa abang gak cape bang kerja dari pagi sampai malam begitu?????

Bang jajah : yah mau gimana lagi yah, karena Cuma pekerjaan ini yang abang bisa, toh abang masih bersyukur karena abang masih diberi pekerjaan,

Saya : abang kalo sehari full itu kira-kira bisa dapet uang berapa bang ????

Bang jajah : yah tergantung, kadang abang dapet 150 ribu, kadang abang dapet 100 ribu, yah tergantung dari mobil atau motor aja yang markir di sini, lagi pula kan abang nggak kerja sendirian, ada temen abang juga, jadi kadang hasil kita bagi dua



Saya : bang kadang dalem satu hari ada gak mobil atau motor yang parkir ditempat abang yang tidak membayar???

Bang jajah : ada aja, yah itu juga karena dia nggak ada uang kecil,

Saya : terus abang nggak marah???

Bang jajah : yah mau diapain lagi, toh  itu juga karena dia nggak ada uang kecil, yah abang mau dapet sedikit atau banyaknya mah tetep bersyukur,

Saya : oohhhhh, wah ternyata abang orangnya sangat baik yaa, hehe

Bang jajah : haha bisa aja lu,

Saya : yaudah yah bang saya mau berterimakasih sama abang karena mau saya wawancarai

Bang jajah : okesip deh

Jadi pembelajaran yang saya dapat dari mewawancarai tukang parkir adalah tetap bersyukur atas pekerjaan yang kita punya, dan jangan suka memandang tukang parkir atau yang lainnya itu dengan sebelah mata.




               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar